Musorprov KONI Jambi Deadlock, KONI Pusat Turun Tangan Ambil Alih Pemilihan Ketua Umum

admiin
15 Mei 2025 19:09
Nongkrong 0 217
3 menit membaca

PerKlik.com – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi berakhir tanpa kesepakatan alias deadlock pada Rabu (14/5/2025) malam. Kegiatan yang seharusnya menjadi momentum demokratis untuk memilih Ketua Umum KONI Jambi periode baru, justru berubah menjadi ajang ketegangan yang memuncak dan memaksa KONI Pusat turun tangan mengambil alih jalannya forum.

Musorprov yang diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Kota Jambi itu sejak awal sudah diwarnai dinamika panas. Sejumlah perwakilan dari cabang olahraga (cabor) tampak menunjukkan ketegangan sejak sesi pembukaan. Ketidaksepahaman antar peserta mewarnai setiap tahapan musyawarah, hingga forum tak kunjung mencapai mufakat terkait tata tertib dan mekanisme pemilihan.

Ketegangan kian memuncak ketika sejumlah peserta secara terbuka mempertanyakan keabsahan daftar pemilik suara, memicu perdebatan sengit yang membuat jalannya sidang berlangsung alot. Berbagai upaya mediasi dilakukan oleh panitia pelaksana, termasuk skorsing forum beberapa kali, namun situasi tak kunjung mereda.

Melihat kondisi yang semakin tak terkendali dan tanpa adanya titik temu di antara para peserta, pihak KONI Pusat yang hadir sebagai pengawas memutuskan untuk mengambil alih. Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto yang sejak awal mengikuti jalannya musyawarah, akhirnya menyampaikan keputusan resmi bahwa Musorprov tidak dapat dilanjutkan karena tidak tercapainya konsensus dari mayoritas peserta.

“Musorprov ini deadlock. KONI Pusat akan ambil alih proses selanjutnya,” tegas Eko dalam pernyataan resminya di hadapan seluruh peserta Musorprov, Rabu malam.

Menurut Eko, langkah tegas ini diambil demi menjaga marwah organisasi olahraga di daerah serta memastikan kesinambungan kepemimpinan KONI Provinsi Jambi. Ia juga menambahkan bahwa KONI Pusat memiliki kewenangan konstitusional untuk mengambil alih forum apabila proses Musorprov gagal mencapai keputusan.

Langkah ini sekaligus menjadi preseden penting bagi pembinaan organisasi olahraga daerah agar tetap berada dalam koridor tata kelola yang sehat dan berintegritas.

“Kami tidak ingin proses pemilihan Ketua Umum menjadi ajang tarik-menarik kepentingan. Semangat utama Musorprov adalah mencari pemimpin yang bisa membawa prestasi olahraga Jambi lebih baik ke depan, bukan ajang konflik,” ujar Eko menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait mekanisme lanjutan dari proses pemilihan Ketua Umum KONI Jambi pasca-deadlock tersebut. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa KONI Pusat kemungkinan akan menunjuk caretaker atau pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum hingga pelaksanaan Musorprov ulang yang akan digelar dalam waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, sejumlah pengurus cabang olahraga yang ditemui usai forum mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan Musorprov mencapai hasil. Namun, mereka berharap keputusan KONI Pusat bisa membawa solusi yang lebih objektif dan menjamin netralitas proses selanjutnya.

“Sayang sekali Musorprov berakhir seperti ini. Tapi kami harap KONI Pusat bisa menyelesaikannya dengan adil. Yang penting, olahraga Jambi jangan sampai mundur karena konflik elite,” ujar salah satu ketua cabor yang enggan disebutkan namanya.

Musorprov KONI Jambi kali ini menjadi sorotan tak hanya di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional. Ketegangan internal yang gagal diredam menjadi catatan penting bagi semua pihak, bahwa soliditas dan kedewasaan organisasi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan olahraga daerah.(Tim)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *