Kemensos Coret 200 Ribu KK dari Bansos Gara-Gara Judi Online

admiin
31 Jul 2025 19:01
2 menit membaca

perKlik.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menghentikan penyaluran bantuan sosial kepada lebih dari 200 ribu (KK) penerima manfaat bantuan sosial (bansos) yang terindikasi bermain judi online (judol).

Temuan tersebut berasal dari hasil pemadanan data antara sekitar 30 juta NIK penerima bansos dengan 9–9,7 juta NIK pemain judi online, yang diungkap oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 600 ribu penerima bansos memiliki identitas yang sama dengan pemain judi online.

“Ketemulah lebih dari 600 ribu yang ditengarai penerima bansos ini juga ikut bermain judol. Dari 600 ribu itu, sudah 200 ribu lebih yang kita tidak beri bansos lagi,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (30/7).

Sisanya sekitar 300 ribu lebih penerima saat ini masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut sebelum diputuskan pencoretannya pada triwulan selanjutnya.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Dana yang dibatalkan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.

Selain itu, hasil pelacakan PPATK mencatat 7,5 juta transaksi judi online dari rekening penerima bansos, dengan total nilai mencengangkan mencapai Rp 957 miliar dalam tahun 2024.

Dalam banyak kasus, pencoretan tidak dilakukan sembarangan. Kemensos juga menyatakan perlu dilakukan asesmen untuk menilai latar belakang penerima apakah benar mereka secara sadar menggunakan bansos untuk judi atau data identitas mereka disalahgunakan oleh pihak lain.

“Kalau proses itu sudah dilalui dan mereka memang kelihatannya memang niat ya untuk menggunakan bansos untuk judi, maka ada potensi kita coret,” tegas Gus Ipul

Perlu dicatat, penelusuran data ini baru berasal dari satu bank penyalur, dan pemerintah masih terus memperluas koordinasi dengan PPATK serta bank-bank lain untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *