
Perklik.com – Teluk Kuantan, 24 Agustus 2025 Sorak-sorai menggema di tepian Sungai Kuantan. Ribuan pasang mata menyaksikan bagaimana Bintang Emas Cahaya Intan 2023, jalur kebanggaan yang diperkuat anak-anak Jambi, melesat lebih dulu di garis akhir dan memastikan diri sebagai jawara Festival Pacu Jalur Nasional 2025.
Final yang berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, berlangsung menegangkan. Perahu raksasa kayu sepanjang lebih dari 40 meter itu beradu kecepatan dengan rival tangguh Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam dari Inhu. Dentuman gendang, teriakan penonton, dan hentakan dayung seakan menyatu dalam satu irama. Hingga akhirnya, sorakan kemenangan meledak: Bintang Emas Cahaya Intan resmi jadi raja sungai tahun ini.
Daftar Juara Pacu Jalur 2025
1. Bintang Emas Cahaya Intan 2023 Tanjung, Kuansing (diperkuat anak Jambi)
2. Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam Petalongan, Inhu
3. Panglimo Rimbo Piako Pekan Heran, Inhu
4. Buayo Danau Bandar Alai Kari,
Selain piala bergilir Menteri Pariwisata RI, sang jawara juga diganjar hadiah fantastis: uang pembinaan Rp150 juta, sepasang kerbau dari Wakil Presiden RI, seekor sapi, seekor kerbau tambahan dari HIPMI, hingga bonus uang tunai dan perlengkapan lomba. Total hadiah festival mencapai lebih dari Rp850 juta sebuah bukti betapa besar dukungan untuk menjaga tradisi ini tetap hidup.
Festival Pacu Jalur tahun ini diikuti 228 jalur peserta dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu event budaya terbesar di Sumatra. Bukan hanya lomba, melainkan juga pesta rakyat: pasar rakyat, seni tradisi, hingga kuliner khas tumpah ruah sepanjang lima hari gelaran.
“Ini bukan sekadar soal siapa yang tercepat di sungai, tapi tentang kebersamaan, kerja keras, dan semangat menjaga warisan leluhur. Hari ini anak-anak Jambi buktikan, semangat itu bisa membawa pulang kemenangan,” ujar seorang penonton penuh haru.
Pacu Jalur adalah warisan budaya khas Riau yang sudah berusia ratusan tahun. Perahu panjang yang ditumpangi hingga 60 pendayung bukan sekadar alat lomba, melainkan simbol gotong royong, kekuatan, dan persatuan. Kini, tradisi itu tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional. (glg)
Tidak ada komentar