Tagihan Air Meledak, Pelanggan PDAM Sungai Penuh Geram: Minta Transparansi dan Tindakan Tegas

admiin
7 Jun 2025 20:46
3 menit membaca

PerKlik.com – Sungai Penuh, Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sungai Penuh mengeluhkan lonjakan drastis dalam tagihan air rumah tangga mereka. Keluhan ini mencuat karena lonjakan tagihan tidak sebanding dengan penggunaan air yang mereka anggap normal dan stabil setiap bulan.

“Pemakaian kami biasa saja, tidak pernah ada peningkatan signifikan. Tapi tagihan yang muncul bisa naik dua kali lipat bahkan lebih. Bulan lalu Rp100 ribu, bulan ini tiba-tiba lebih dari Rp250 ribu,” ungkap seorang pelanggan saat diwawancarai PerKlik.com.

Pelanggan lain yang juga merasa dirugikan oleh ketidakwajaran tagihan mengungkapkan bahwa ia harus terus membayar lebih dari Rp250 ribu setiap bulan. Karena merasa janggal, ia akhirnya mengadukan hal tersebut ke PDAM.

Setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh petugas PDAM, ditemukan bahwa jumlah pemakaian air tidak sesuai dengan nominal tagihan. Atas dasar itu, pihak PDAM akhirnya memberikan solusi: pelanggan tersebut hanya perlu membayar biaya beban tetap sebesar Rp20 ribu per bulan untuk sementara waktu, guna menutupi kelebihan pembayaran sebelumnya.

“Kita komplain dan ternyata benar, kita selama ini kelebihan bayar. Akhirnya sekarang kita hanya dibebankan biaya minimum. Tapi bagaimana dengan pelanggan lain yang belum sadar atau belum mengadukan?” ujarnya penuh tanda tanya.

Kekecewaan pelanggan bukan hanya soal besarnya tagihan, tetapi juga terkait kurangnya transparansi dalam sistem informasi yang disampaikan PDAM. Dalam lembar tagihan yang diberikan, pelanggan hanya melihat jumlah kubik air yang dipakai, tanpa informasi angka meteran bulan sebelumnya dan saat ini.

“Misalnya kita diberi tahu hanya pemakaian 30 kubik. Tapi angka meteran sebelumnya dan saat ini tidak tercantum, jadi bagaimana kita bisa cek sendiri? Harusnya ada, misalnya bulan lalu angka 1200, sekarang 1230, jadi jelas,” ujar pelanggan lainnya.

Hal ini membuat pelanggan kesulitan untuk melakukan verifikasi mandiri dan memunculkan kecurigaan adanya ketidaksesuaian antara konsumsi nyata dan tagihan.

Masyarakat berharap agar PDAM segera melakukan pembenahan sistem, khususnya dalam hal transparansi tagihan dan kemudahan akses informasi. Pelanggan mengusulkan agar PDAM menyediakan sistem digital, baik berupa aplikasi maupun website resmi, yang dapat menampilkan:

– Angka meteran bulan lalu dan saat ini

– Jumlah pemakaian kubik

– Rincian tarif dasar dan biaya tambahan

– Histori tagihan dan pembayaran

“Sekarang ini kan semua sudah digital. Kenapa tidak dibuatkan sistem yang bisa diakses lewat HP? Biar pelanggan bisa kroscek langsung dan tidak bingung,” tambah warga.

Lebih lanjut, para pelanggan meminta agar Walikota Sungai Penuh, Alfin, turun tangan langsung menyikapi persoalan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada hilangnya kepercayaan publik terhadap pelayanan air bersih di kota tersebut.

“Kalau memang kita pakai banyak air, kita siap bayar mahal. Tapi tolong tagihannya wajar dan transparan. Kami harap Pak Wako Alfin bisa membenahi ini agar tidak menimbulkan fitnah atau kecurigaan,” tegas seorang warga.

Lonjakan tagihan PDAM Kota Sungai Penuh yang tidak sebanding dengan konsumsi air menimbulkan keresahan di masyarakat. PDAM diharapkan segera berbenah dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta modernisasi sistem layanan pelanggan. Di era digital saat ini, transparansi bukan lagi pilihan melainkan keharusan. (glg)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    blank