Awal Tahun Ajaran Baru, Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan untuk Jutaan Pelajar

admiin
1 Agu 2025 11:30
Healt 0 331
2 menit membaca

perKlik.com – Pemerintah telah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk juga pesantren dan Sekolah Rakyat, dengan target 53,8 juta siswa di lebih dari 282.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Program ini resmi dimulai tanggal 4 Agustus 2025, tepat seiring dengan awal tahun ajaran baru 2025/2026.Namun sebelumnya, pelaksanaan telah dimulai secara bertahapsejak 7 Juli di 72 Sekolah Rakyat, dengan cakupan uji coba dan simulasi di beberapa pesantren dan sekolah umum.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan:

“Kami berharap program ini bisa mencakup seluruh anak usia sekolah agar mereka tumbuh sehat dan siap belajar dengan optimal”,dan sebelumnya juga menyampaikan bahwa: “Dilanjutkan 1 Agustus cek kesehatan gratis di sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama”.

Di 72 Sekolah Rakyat tempat uji coba, ditemukan berbagai masalah kesehatan, seperti: gangguan gigi, gangguan penglihatan, anemia, serta beberapa kasus penyakit menular seperti tuberkulosis (TB).

Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan:

SD (7–12 tahun): status gizi; tekanan darah & gula darah; pemeriksaan telinga, mata, dan gigi; skrining TBC & hepatitis B; kesehatan jiwa & reproduksi (kelas 4–6); deteksi dini merokok (kelas 5–6); aktivitas fisik; dan riwayat imunisasi (kelas 1).

SMP (13–15 tahun): status gizi & aktivitas fisik; tekanan darah & gula darah; merokok; skrining TBC, talasemia, anemia (kelas 7); telinga, mata, gigi; kesehatan jiwa & reproduksi; hepatitis B & C; dan imunisasi HPV untuk siswi kelas 9.

SMA (16–17 tahun): pemeriksaan umum & lanjutan; anemia remaja putri (kelas 10); TB, talasemia; tekanan darah, gula darah; telinga, mata, gigi; kesehatan jiwa & reproduksi; dan hepatitis B & C.

Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas kementerian: Kemenkes bersama Kemendikbudristek, Kemenag, Kemensos, dan Kementerian Dalam Negeri, serta didukung oleh Kantor Komunikasi Presiden. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 10.000 Puskesmas dan 60.000 puskesmas pembantu di seluruh Indonesia.

Menurut Kemenkes, target total 53.840.769peserta didik dari 282.464 satuan pendidikan mencakup: SD/MI/pesantren: 28.256.134 siswa,SMP/MTs: 13.370.833 siswa,SMA/SMK/MA: 12.046.379 siswa,SLB: 161.318 siswa,Sekolah Rakyat: 6.105 siswa.

Menko PMK, Prof. Pratikno menegaskan, CKG ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia unggul, berdampingan dengan program seperti Makan Bergizi Gratis, revitalisasi sekolah, serta digitalisasi pembelajaran.

Sementara itu, menurut Maria Endang Sumiwi (Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas), pemeriksaan dibagi dua tindak lanjut: bagi anak dengan masalah akan dirujuk ke Puskesmas, sementara jika ditemukan tren seperti banyak anak yang obesitas atau kurang bugar, sekolah dan puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.

Selain itu, pemerintah memasukkan CKG ke dalam RPJMN 2025–2029 agar program ini berjalan berkelanjutan dan memperbaiki derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    blank