Kotak Wakaf Jadi Sasaran: Tiga Pemuda Diciduk Usai Beraksi di Rumah Ibadah

admiin
30 Mei 2025 15:28
2 menit membaca

PerKlik.com – Aksi pencurian kotak wakaf di Langgar Nurul Iksan, Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, berhasil diungkap aparat kepolisian. Tiga warga desa setempat diamankan pada Minggu dini hari, 25 Mei 2025, sekitar pukul 01.00 WIB setelah diduga kuat terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Kapolsek Muaro Sebo, IPDA Ibrahim, bersama tokoh masyarakat dan anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, berhasil membekuk ketiga pelaku yang berinisial D, K, dan A. Ketiganya langsung digiring ke Mapolsek Muaro Sebo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut informasi yang diterima PerKlik.com, pencurian ini terjadi saat situasi langgar dalam keadaan sepi. Kotak wakaf yang menjadi sasaran biasanya digunakan untuk menampung sumbangan warga demi kepentingan pembangunan dan operasional tempat ibadah.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka D mengakui perbuatannya. Ia menyebut bahwa aksi tersebut tidak ia lakukan seorang diri. D mengajak K untuk ikut serta dalam pencurian kotak wakaf. Sementara peran tersangka A masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

“Kami bersinergi dengan tokoh masyarakat dan ormas untuk menjaga keamanan lingkungan. Penangkapan ini adalah bentuk komitmen kami memberantas tindak kejahatan, khususnya di wilayah hukum Muaro Sebo,” ungkap IPDA Ibrahim.

Kepala Desa Kemingking Dalam, Adi Hendra, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kerja cepat aparat kepolisian dan partisipasi warga dalam pengungkapan kasus ini. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melapor jika melihat atau mencurigai adanya tindakan kriminal.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk aktif menjaga keamanan desa. Jangan takut melapor. Semoga ini menjadi pelajaran agar ke depan Desa Kemingking Dalam bebas dari aksi pencurian dan tindak kejahatan lainnya,” tegas Kades Adi Hendra saat diwawancarai pada Kamis, 29 Mei 2025.

Peristiwa ini mengguncang warga Desa Kemingking Dalam, mengingat pelaku merupakan warga setempat. Kejadian ini juga menjadi peringatan penting akan pentingnya pengawasan dan solidaritas warga untuk menjaga fasilitas keagamaan dan umum dari tindak kriminal. (glg)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    blank