
SUNGAI PENUH – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, muncul keluhan dari sejumlah orang tua siswa terkait dugaan adanya pungutan biaya di lingkungan SMP Negeri 3 Kota Sungai Penuh.
Pungutan sebesar Rp500 ribu per siswa tersebut disebutkan diperuntukkan bagi kebutuhan atribut dan perlengkapan lomba Barisan Indah, yang merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan momen kemerdekaan. Namun, besarnya nominal pungutan itu membuat sebagian wali murid merasa keberatan.
Salah satu orang tua siswa menyampaikan keluhannya kepada media.
“Kami merasa berat dengan jumlah segitu. Saat ini kondisi ekonomi sedang sulit. Anak kami hanya ikut barisan, tapi diminta bayar hingga lima ratus ribu. Kami bingung dan kecewa,” ujarnya.
Tak hanya soal nominal, sejumlah wali murid juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan terkait pungutan tersebut. Mereka mengaku tidak dilibatkan dalam musyawarah atau rapat sebelumnya, sehingga menimbulkan ketidakpuasan.
“Kami tidak diajak bicara dulu, tahu-tahu ada informasi soal biaya itu. Rasanya tidak adil,” tambah wali murid lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan tim media masih belum mendapatkan tanggapan.
Sementara itu, para wali murid berharap ada kejelasan dan solusi yang tidak memberatkan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan siswa secara massal seperti ini. Mereka menegaskan pentingnya transparansi dan komunikasi dalam setiap kebijakan yang berdampak langsung kepada orang tua dan siswa.(Tim)
Tidak ada komentar