
Perklik.com – Musim hujan identik dengan udara dingin dan suasana mendung. Saat inilah, minuman hangat menjadi teman terbaik untuk mengusir rasa dingin sekaligus menjaga daya tahan tubuh. Indonesia kaya akan warisan kuliner berupa minuman tradisional yang tidak hanya nikmat, tetapi juga punya khasiat menyehatkan.
Berikut lima minuman tradisional khas Nusantara yang cocok menemani musim hujan Anda.
Bandrek berasal dari Jawa Barat dan sudah dikenal luas sebagai minuman penghangat tubuh. Bahan utamanya adalah jahe yang dibakar, kemudian direbus bersama gula aren, daun pandan, dan rempah tambahan seperti kayu manis serta cengkih.

Rasa pedas hangat dari jahe berpadu manisnya gula aren membuat bandrek cocok dinikmati di malam hari atau ketika hujan deras mengguyur. Selain itu, bandrek dipercaya membantu meredakan masuk angin dan meningkatkan stamina.
Beda tipis dengan bandrek, bajigur lebih manis dan gurih karena menggunakan santan. Minuman khas Sunda ini biasanya disajikan panas, dengan campuran gula aren, jahe, dan sedikit garam.

Bajigur sering dinikmati bersama camilan tradisional seperti pisang rebus, ubi rebus, atau kacang tanah hangat. Suasana hujan ditemani bajigur terasa makin hangat dan akrab.
“Wedang” dalam bahasa Jawa berarti minuman panas. Wedang jahe sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa. Minuman ini dibuat dari jahe segar yang dimemarkan, direbus dengan air, lalu diberi tambahan gula merah atau madu.

Ada pula variasi wedang jahe yang diperkaya serai, kayu manis, atau cengkih untuk aroma yang lebih kuat. Khasiatnya sangat populer: menghangatkan badan, melancarkan peredaran darah, hingga meredakan sakit tenggorokan.
Sekoteng adalah minuman khas Jawa Tengah yang terbuat dari jahe rebus dan gula. Uniknya, sekoteng disajikan bersama isian seperti kacang tanah, roti tawar, pacar cina, dan kolang-kaling.

Rasa hangat jahe dipadukan dengan tekstur kenyal dan gurih dari berbagai isian, membuat sekoteng tidak hanya menghangatkan tetapi juga cukup mengenyangkan. Cocok diminum saat hujan sore bersama teman atau keluarga.
Meski namanya “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir Pletok adalah minuman khas Betawi yang terbuat dari jahe, serai, daun pandan, kapulaga, kayu manis, hingga secang yang memberi warna merah alami.
Rasanya pedas-manis segar, aromanya harum rempah. Dahulu, bir pletok sering disajikan dalam acara-acara adat Betawi. Kini, minuman ini menjadi salah satu ikon kuliner tradisional yang tetap lestari.

Musim hujan memang sering membuat tubuh kedinginan, tetapi lima minuman tradisional ini bisa jadi solusi alami untuk menghangatkan tubuh sekaligus menjaga kesehatan. Bandrek, bajigur, wedang jahe, sekoteng, hingga bir pletok bukan hanya sekadar pelepas dahaga, melainkan juga warisan budaya Nusantara yang kaya rasa dan makna.
Jadi, saat hujan turun dan udara mulai menusuk tulang, cobalah hangatkan diri Anda dengan salah satu minuman tradisional ini. Selain nikmat, tubuh pun terasa lebih sehat dan nyaman.(Aop)
Tidak ada komentar