HUT RI di Ketinggian 3.805 MDPL: Pendaki Gunung Kerinci Tunjukkan Nasionalisme di Tengah Alam

admiin
19 Agu 2025 20:15
2 menit membaca

Perklik.com-Sebanyak 133 orang pendaki berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025 lalu. Pendakian ini berlangsung di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL), dan jumlah pendaki yang tercatat sesuai dengan kuota resmi yang ditetapkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS).

Kepala BBTNKS, Haidir, dalam keterangan resminya yang diterima pada Senin (18/8), menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan di puncak Gunung Kerinci dilakukan secara sederhana karena cuaca ekstrem berupa angin kencang.

“Terkait peringatan HUT RI di Puncak Gunung Kerinci, kami hanya mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tidak sempat melaksanakan upacara karena kondisi cuaca yang tidak mendukung,” jelas Haidir.

Jumlah pendaki yang mencapai puncak merupakan kuota maksimal yang diperbolehkan, tidak termasuk porter dan pemandu yang turut mendampingi para pendaki.

Menurut Haidir, peringatan HUT RI di kawasan konservasi ini bukan hanya menjadi simbol semangat kemerdekaan, tetapi juga wujud kebanggaan terhadap kekayaan alam Indonesia. Ia menekankan bahwa perayaan ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme tidak hanya tumbuh di pusat kota atau instansi pemerintahan, tetapi juga di alam bebas yang masih terjaga kelestariannya.

Dalam momen peringatan tersebut, Haidir juga menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya pelestarian Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan kawasan konservasi strategis dan benteng terakhir dalam menjaga keanekaragaman hayati.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri, karena sifatnya lintas batas, lintas wilayah, lintas generasi, dan lintas sektor. Perlu keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Sebagai informasi, TNKS membentang di empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Haidir menegaskan bahwa menjaga kelestarian TNKS adalah tanggung jawab bersama.

“Mari bersama kita jaga alam dan alam akan menjaga kita,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan peringatan tersebut sejumlah pejabat, di antaranya Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kepala Balai Besar TNKS, serta Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jambi.

Tim.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *