Pengusaha Sukses Rimbo Bujang Jadi Tersangka Otak Pembunuhan Kacab BRI

admiin
25 Agu 2025 18:03
Daerah HUKUM 0 332
3 menit membaca

PerKlik.com – Nama Dwi Hartono mendadak jadi sorotan usai ditangkap Polda Metro Jaya. Ia diduga menjadi otak pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.

Namun, di balik kasus kriminal yang menjeratnya, Dwi Hartono bukan sosok asing bagi masyarakat Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Di kampung halamannya, ia justru dikenal sebagai pengusaha sukses, dermawan, bahkan kerap menjadi inspirasi anak muda.

Sehari-hari, Dwi dikenal dengan gaya hidup hedon. Penampilannya perlente, mengenakan pakaian branded, mengendarai mobil mewah, bahkan sempat disebut-sebut bepergian menggunakan helikopter.

Tak hanya itu, Dwi juga gemar mengundang artis papan atas dalam berbagai acara di kampung halamannya. Ia pernah menghadirkan Via Vallen untuk hajatan khitanan anaknya, Wika Salim saat reuni SMP 13 Rimbo Bujang, hingga Ustaz Zaky Mirza untuk mengisi tausiah.

Meski lekat dengan kemewahan, ia juga dikenal dermawan. Dwi kerap membagikan bingkisan kepada warga sekitar dan menjadi motivator bisnis lewat akun YouTube Klan Hartono yang kini memiliki lebih dari 169 ribu pengikut.

Dalam sebuah podcast bersama Tribunjambi.com, Dwi sempat membuat pernyataan mengejutkan: ia mengaku sudah mengurus izin pembelian helikopter. Bahkan, ia berencana membangun helipad pribadi di lahan dua hektare tepat di depan rumah orang tuanya di Rimbo Bujang.

“Sudah inden, tinggal menunggu helipad di Rimbo Bujang Unit 6 siap,” ucapnya kala itu.

Soal harga, Dwi hanya menyebut bervariasi, mulai dari Rp10 miliar hingga Rp100 miliar, tergantung tipe. Baginya, mimpi membeli helikopter adalah bentuk keyakinan dan optimisme yang ia jadikan motivasi hidup.

Meski kini dikenal mapan, perjalanan hidup Dwi penuh lika-liku. Ia pernah bangkrut pada 2012, meninggalkan utang miliaran rupiah akibat bisnis warnet, PS2, hingga kafe yang tak terkelola dengan baik.

Saat itu, ia benar-benar berada di titik terendah—rumah, mobil, bahkan motor ditarik leasing. Saat meminta bantuan orang tuanya untuk kontrak rumah Rp10 juta per tahun, sang ayah menolak. Penolakan itulah yang menjadi cambuk semangat bagi Dwi untuk bangkit.

Ia kemudian memberanikan diri terjun ke bisnis klinik kecantikan, bermodal keberanian dan kemampuan negosiasi. Dari satu cabang, bisnis itu berkembang hingga 22 cabang di Sumatra. Dari situlah ia mulai membangun kembali kehidupannya hingga dikenal sukses.

Dengan popularitas dan pengaruh yang dimilikinya di Jambi, Dwi sempat disebut-sebut layak masuk dunia politik. Namun, ia menegaskan masih ingin fokus di dunia usaha.

“Sampai hari ini saya belum tertarik berpolitik. Saya masih ingin memaksimalkan kapasitas diri saya agar bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.

Kini, sosok yang pernah dielu-elukan sebagai pengusaha sukses itu justru menjadi pusat perhatian karena kasus kriminal. Bersama tiga pelaku lain, Dwi diduga kuat menjadi otak pembunuhan yang menewaskan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih.

Kontras kehidupan Dwi Hartono membuat publik terkejut. Dari seorang motivator bisnis yang pernah menginspirasi banyak orang, ia kini menghadapi jeratan hukum yang bisa meruntuhkan semua reputasinya.(tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *