Tawon vespa serang petani di jambi satu orang meregang nyawa

admiin
5 Agu 2025 21:22
2 menit membaca

Perklik.com – Dua petani menjadi korban serangan koloni tawon vespa saat mereka sedang beraktivitas di ladang di Desa Air Hitam Ulu, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Salah satu dari mereka meninggal dunia akibat serangan itu.

Peristiwa itu berlangsung pada Sabtu  sekitar pukul 11. 13 WIB (2/8/2025),ketika kedua korban sedang merapikan kebun dengan mesin berat. Sarang tawon vespa secara tidak sengaja tergores, sehingga ribuan tawon segera menyerang.

Sebagai akibatnya, Suprianto (38) yang tinggal di Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, menderita memar di seluruh tubuhnya dan saat ini dalam perawatan intensif.

Di sisi lain, temannya, Muhammad Faisal (35) dari Desa Air Hitam, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

“Saat saksi, temukan di belakang alat berat, korban dalam keadaan tak sadar dan tubuhnya dipenuhi oleh tawon,” ungkap Kapolsek Sadu, AKP Edi Siswanto.

Edi menjelaskan, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kulit korban di area wajah, leher, dada, tangan, dan kaki terkelupas seluas telapak tangan. Selain itu, terdapat banyak bintik merah kehitaman akibat sengatan di area punggung.

“Serangan dari tawon vespa memiliki konsekuensi berat, terutama pada telinga dan hidung yang mengeluarkan darah,” kata Edi.

Polisi tadinya berencana melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian, tetapi keluarga korban menolak serta telah menandatangani dokumen pernyataan.

Serangan terjadi ketika kedua korban sedang bekerja di ladang menggunakan alat berat. Suprianto sempat menghubungi Kasnedi (39), meminta es untuk mengompres lukanya akibat serangan tawon.

Kasnedi bersama dua temannya, Ambo Upe dan Nurhidayah Wati, segera menuju lokasi. Mereka menemukan Suprianto duduk di tanah dalam kondisi yang lemah. Ketiganya kemudian memberikan pertolongan pertama dengan mengompres kepalanya. Ambo Upe lalu menanyakan tentang keberadaan Muhammad Faisal.

“Dia pergi ke belakang alat berat ketika tawon menyerang,” jawab Suprianto dengan suara pelan.

Ambo Upe segera mematikan mesin berat dan mulai mencari korban di area belakang. Muhammad Faisal ditemukan terletak di tanah, tubuhnya masih dikelilingi oleh tawon yang berkerumun di wajah, dada, dan perutnya.

Korban kemudian diangkat dari tempat kejadian dan dibawa ke Puskesmas Air Hitam Laut menggunakan sepeda motor. Namun, sayangnya, nyawa Faisal tidak dapat diselamatkan.

“Setibanya di puskesmas, tim medis langsung memeriksa korban dan menyatakan bahwa ia sudah meninggal,” kata Edi.

“Sekitar pukul 13. 10 WIB, keluarga membawa jenazah ke rumah orangtuanya untuk disemayamkan,” tambahnya.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    blank