
PerKlik.com – Jambi, Suasana mencekam menyelimuti salah satu tempat hiburan malam di pusat Kota Jambi. Seorang wanita muda bersimbah darah ditemukan menangis histeris di lantai Helen’s Play Mart Jambi, Rabu dini hari (11/6/2025). Kejadian menghebohkan ini terekam dalam sebuah video amatir yang dengan cepat menyebar dan viral di media sosial, khususnya Instagram.
Korban yang belakangan diketahui bernama Valen, mengalami luka parah di bagian kepala. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik tersebut, Valen terlihat memegangi kepala sebelah kiri sambil menjerit kesakitan, darah mengalir deras dari lukanya. Suasana di dalam tempat hiburan pun berubah tegang. Beberapa pengunjung terlihat panik, sementara sebagian lainnya mencoba menenangkan korban.
Dari keterangan yang beredar di media sosial, insiden berdarah ini dipicu oleh cekcok terkait hubungan asmara. Valen diduga dianiaya oleh seorang pria bernama Doni Putra, yang disebut-sebut sebagai sosok yang memiliki hubungan dekat dengannya. Salah satu narasi yang beredar bahkan menyebutkan pelaku sempat menodong teman korban yang mencoba melerai.
“Jadi info yang saya dapat, mereka ini cekcok karena urusan asmara. Katanya perempuan itu dipukul pakai senpi, terus teman yang mau melerai juga ditodong,” tulis salah satu akun pengunggah video yang kini ramai dibagikan.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian pun angkat bicara. Kapolresta Jambi melalui Kasi Humas, Ipda Deddy, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang terjadi di Helen’s Play Mart sekitar pukul 03.00 WIB.
“Benar, korban atas nama Valen, sementara pelaku diketahui bernama Doni Putra,” jelas Deddy saat dikonfirmasi tim PerKlik.com, Rabu pagi.
Namun Deddy meluruskan informasi yang menyebut pelaku menggunakan senjata api. Menurutnya, senjata yang digunakan bukan pistol sungguhan melainkan airsoft gun, yang meskipun tidak mematikan, tetap bisa menyebabkan cedera serius jika digunakan sembarangan.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini sedang diperiksa intensif oleh penyidik. Airsoft gun yang digunakan juga telah kami sita sebagai barang bukti,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban saat itu terlihat sudah dalam kondisi berlumuran darah sebelum akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Jambi oleh beberapa rekannya yang berada di lokasi.
“Saat kejadian, pelapor melihat korban sudah terkapar dengan luka di kepala. Bersama saksi lainnya, mereka segera membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan medis,” ungkap Deddy.
Hingga berita ini diturunkan, motif penganiayaan masih dalam pendalaman. Dugaan awal mengarah pada persoalan hubungan asmara yang berujung kekerasan, namun polisi belum merinci lebih jauh soal latar belakang konflik yang melibatkan keduanya.
Penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi serta mempelajari rekaman CCTV di lokasi kejadian. Polisi juga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan jika ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.
PerKlik.com akan terus memantau perkembangan kasus ini. Tetap ikuti update-nya hanya di portal berita terpercaya Anda. (glg)
Tidak ada komentar